Curah Hujan Tinggi di Bandara Soekarno-Hatta, 109 Penerbangan Delay dan 31 Dialihkan
Laporan Solok – Curah Hujan Tinggi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang, Banten, mengalami gangguan operasional yang cukup signifikan pada tanggal 12 Januari 2026 akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Sebanyak 109 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), sementara 31 penerbangan lainnya terpaksa dialihkan ke bandara terdekat, mengakibatkan sejumlah penumpang terpaksa menunggu lebih lama atau harus berpindah rute untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Banten dan sekitarnya sejak pagi hari menyebabkan bandara terbesar di Indonesia ini menghadapi beberapa tantangan besar, mulai dari visibilitas yang rendah hingga gangguan pada sistem pendaratan dan lepas landas pesawat. Bandara Soekarno-Hatta, yang melayani lebih dari 60 juta penumpang setiap tahunnya, terpaksa menyesuaikan jadwal penerbangan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Curah Hujan Tinggi Faktor Penyebab Delay dan Pengalihan Penerbangan
Curah hujan yang tinggi menyebabkan visibilitas di sekitar area Bandara Soekarno-Hatta menjadi terbatas.
Selain itu, kondisi cuaca buruk juga mempengaruhi kondisi bandara yang tergenang air di beberapa titik, terutama di area parkir pesawat dan jalan akses menuju terminal. Hal ini memperburuk proses boarding penumpang dan trasnportasi ke pesawat.
“Kendala utama adalah rendahnya visibilitas dan faktor keselamatan, yang membuat beberapa pesawat tidak bisa mendarat sesuai jadwal.
Pengaruh Terhadap Penumpang dan Layanan Penerbangan
Salah satu penumpang Garuda Indonesia, Rina Amelia, yang terjebak di Bandara Soekarno-Hatta akibat keterlambatan penerbangan mengungkapkan pengalamannya. “Saya terbang dari Medan menuju Jakarta, namun pesawat kami tertunda lebih dari 3 jam. Banyak penerbangan yang terhambat karena cuaca buruk, dan kami hanya bisa menunggu di dalam ruang tunggu. Keadaan agak kacau, tetapi kami mengerti bahwa keselamatan adalah yang utama.”
Layanan informasi di terminal juga sibuk memberikan update terbaru mengenai status penerbangan kepada para penumpang yang terdampak, baik melalui layar informasi penerbangan maupun pengumuman langsung. Namun, meski ada upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan, tidak sedikit penumpang yang mengungkapkan rasa frustrasi atas ketidakpastian waktu keberangkatan.
Baca Juga: JPO Sarinah Dibangun Lagi Terhubung dengan Transjakarta
Langkah-Langkah Angkasa Pura II untuk Mengatasi Masalah
Pihak Angkasa Pura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta memastikan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk meminimalisir dampak buruk yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Dalam keterangan resminya, Angkasa Pura II mengonfirmasi bahwa mereka telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan layanan dan mengurangi gangguan lebih lanjut, antara lain:
-
Pengalihan penerbangan ke bandara terdekat untuk mengurangi kepadatan dan mempercepat penanganan pesawat yang terhambat.
-
Peningkatan pemantauan cuaca menggunakan teknologi canggih untuk memberikan peringatan lebih awal tentang kondisi cuaca ekstrem.
-
Perbaikan infrastruktur bandara, seperti drainase, untuk mengurangi potensi banjir dan meningkatkan kenyamanan selama cuaca buruk.
Proses Pemulihan dan Harapan Ke Depan
Seiring berjalannya waktu, proses pemulihan operasional bandara mulai menunjukkan hasil yang positif. Sebagian besar penerbangan yang sempat terhambat sudah berhasil kembali ke jadwal normal pada sore hingga malam hari, meskipun beberapa penerbangan internasional masih mengalami keterlambatan.
Penutupan
Keterlambatan dan pengalihan penerbangan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta akibat curah hujan tinggi pada 12 Januari 2026 ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang bisa mempengaruhi operasional transportasi udara. Meskipun cuaca yang tidak menentu mempengaruhi perjalanan ribuan penumpang, upaya dari Angkasa Pura II dan pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan terus berjalan. Bagi penumpang, memahami potensi gangguan cuaca dan tetap mengikuti informasi resmi dari maskapai dan bandara adalah langkah bijak untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam perjalanan.





