3 Rumah Hancur akibat Ledakan Bahan Petasan Hancurkan 3 Rumah di Pacitan, 5 Orang Terluka
Laporan Solok — 3 Rumah Hancur akibat Ledakan dahsyat yang terjadi di sebuah kawasan pemukiman di Pacitan, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan parah pada tiga rumah dan lima orang terluka. Ledakan yang diduga berasal dari bahan petasan ini terjadi pada Minggu malam, menggegerkan warga sekitar dan memicu kekhawatiran tentang potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan peledak ilegal di pemukiman padat.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, ledakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Tiga rumah yang terletak berdekatan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pacitan, rusak parah. Ledakan yang sangat keras itu tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menghancurkan sebagian besar perabotan rumah tangga di dalamnya.
“Suara ledakan sangat keras, seperti bom. Saya langsung keluar rumah dan melihat api sudah berkobar di rumah sebelah,” kata Sari, salah satu saksi mata yang rumahnya juga terdampak kerusakan ringan akibat ledakan tersebut.:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sebuah-ledakan-Desa-Tahunan-Baru-Kecamatan-Tegalombo-Pacitan-3-rumah-hancur.jpg)
Baca Juga: Dude Herlino Ceritakan Kondisi Keluarganya Terdampak Bencana di Padang
Korban Tertimpa Puing dan Luka Bakar
Lima orang yang berada di lokasi kejadian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan berbagai jenis luka. Dua korban mengalami luka bakar serius akibat terkena api, sementara tiga lainnya mengalami cedera ringan akibat terkena puing-puing bangunan yang runtuh.
“Korban yang terluka langsung dibawa ke RSUD Pacitan untuk mendapatkan perawatan medis. Dua di antaranya perlu perawatan intensif karena luka bakar yang cukup dalam,” jelas Kepala Puskesmas Pacitan, Dr. Agus Sutrisno.
Penyelidikan Sumber Ledakan
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti dari ledakan ini. Berdasarkan informasi awal, ledakan diduga berasal dari bahan petasan yang disimpan di salah satu rumah warga yang terbakar. Meskipun petasan ilegal sering ditemukan dalam perayaan-perayaan lokal, kejadian ini menunjukkan bahaya besar dari bahan peledak yang disimpan tanpa pengawasan yang memadai.
“Ini adalah tindakan yang sangat ceroboh. Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak menyimpan bahan berbahaya seperti petasan di rumah, terutama dalam jumlah besar,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Joko Prasetyo, dalam konferensi pers yang digelar setelah kejadian.
Respon Masyarakat dan Pemerintah
Keprihatinan datang dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat setempat. Bupati Pacitan, Indarti Tanojo, menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan lebih ketat terkait penyimpanan bahan berbahaya di wilayah tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya bahan peledak.
“Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Kami akan lebih intensif dalam melakukan sosialisasi bahaya bahan peledak dan petasan ilegal,” ujar Bupati Indarti.
3 Rumah Hancur akibat Ancaman Bahaya Petasan Ilegal
“Kami akan terus berupaya menekan peredaran petasan ilegal di masyarakat. Kejadian ini adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan terhadap barang-barang yang dapat membahayakan keselamatan publik,” tambah Kapolres Pacitan.
3 Rumah Hancur akibat Kerugian Materi dan Bantuan untuk Korban
Sementara itu, kerugian materi yang ditimbulkan dari ledakan ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat kerusakan yang terjadi pada rumah-rumah yang terlibat. Pemerintah daerah menjanjikan bantuan untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak, serta memberikan kompensasi kepada korban luka.
peledak ilegal di pemukiman padat penduduk. Masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari tragedi serupa di masa depan. Di samping itu, kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap bahan berbahaya harus terus digalakkan agar keselamatan publik terjamin.





